KETIKA SAKARATUL MAUT MENJEMPUT

Di posting oleh Edhovhie pada 09:49 PM, 20-Jun-11



Assalamualaikum wr.wb

Terlampir kejadian di Arab Saudi,
kala pemain sepak bola, dicabut
nyawanya dan sakratul maut di
tengah lapangan Bola.
Saudaraku, Maut adalah pemutus segala
kelezatan duniawi, dia adalah
pemisah sahabat dan pengeruh
kenyamanan hidup orang-orang
yang lalai. Ia adalah keniscayaan. Di
mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu,
kendatipun kamu di dalam benteng
yang tinggi lagi kokoh, begitu firman
Allah dalam QS. an-Nisâ 4:78. Ia akan datang kepada kita, kendati
kita berusaha lari menghindar
darinya: Katakanlah: Sesungguhnya
kematian yang kamu lari
daripadanya, maka sesungguhnya
kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan
kepada (Allah), yang mengetahui
yang gaib dan yang nyata, lalu Dia
beritakan kepada kamu apa yang
telah kamu kerjakan (QS. al-Jumuah
62:8).

Tahukah Anda Tentang
Proses Sakaratul Maut? Sesungguhnya hidup
adalah rangkaian dari hari-
hari
Jika satu hari berlalu, maka
jatah hidup kamu
berkurang Sampai akhir ajal
menjelang Pengalaman sakaratul
maut seseorang sesuai
dengan kebaikan atau
keburukannya dalam
menjalani kehidupan
sehari-harinya. Bagi seorang ahli surga,
sakaratul maut akan
menjadi titik awal
kenikmatan abadi di alam
berikutnya. Ketika sakaratul maut itu,
datanganlah beribu-ribu
Malaikat. Mereka berhenti
sejauh mata memandang.
Hanya ada dua Malaikat
yang mendekat kepadanya, sambil
membawa haanut,
semacam kain kafan yang
sangat halus dan wangi.
Dikatakan kepadanya:
”Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada
Tuhanmu dengan ridha
dan diridhoi, masuklah
d alam golongan-golongan
hamba-hamba-Nya, dan
masuklah ke dalam surga- Nya.” Kemudian ruhnya dicabut
dan dibungkus dalam kain
haanut tersebut, dibawa
kembali ke barisan ribuan
Malaikat yang sudah tidak
sabar menanti memegang haanut tersebut. Semua
Malaikat memegangnya
sekalipun sekelebatan,
karena saking banyaknya
jumlah para Malaikat
berebut. Ruh itu diiring mereka ke
atas langit. Dikatakan di
sana, ”Ruh siapa ini? Harumnya semerbak
mewangi. Dijawab, ”Ini ruh Fulan bin Fulan bin Fulan” dan disebutlah namanya.
Kemudian Allah SWT
memerintahkan kepada
Malaikat: ”Catat ia termasuk ahlul yamin, wa
ash habul illiyyin, golongan
kanan dan yang
memperoleh derajat tinggi.” Kemudian ruh itu
dikembalikan ke jasadnya
saat ia dikuburkan. Ketika
itu ia mampu menjawab
pertanyaan-pertanyaan
kubur dengan fasih dan lancar. Karenanya
datanglah pemuda
ganteng atau gadis cantik.
Ketika ditanya, siapa
kamu? Ia menjawab : ”Ana ’amalukas shalih ; Akulah amal shalih kamu saat di
dunia” (At Tadzkirah lil Imam Al Qurthubi) Rasullah SAW bersabda
”Sesungguhnya hamba yang shalih ketika
menghadapi sakaratul
maut sendi-sendinya saling
memberi salam satu
kepada yang lainnya,
berkata: ”Keselamatan atasmu, kamu
meninggalkanku dan aku
meninggalkanmu sampai
bertemu kembali di hari
kiamat.” Bagaimana dengan proses
sakaratul maut seorang
ahli neraka? kematiannya
akan diserbu para
Malaikat. Hanya dua
Malaikat yang mendekat dengan membawa kain
kafan yang sangat jelek
dan baunya minta ampun.
Dikatakan kepadanya
dengan sangat kasar:
”Keluarlah kamu menuju kemurkaan Allah, enyahlah
kamu ke neraka yang
menyala-nyala.” Saat itulah nyawanya
dicabut dengan sangat
keras, sekeras-kerasnya,
kemudian dijadikan
lemparan, tiada yang sudi
membawanya. Nyawa itu tidak diperkenankan
mendekati langit.
Ditanyakan ruh siapa ini ?
Dijawab, ”Ruh Fulan bin Fulan bin Fulan, dan
disebutlah namanya”. Kemudian dibacakan ayat : ”Sesungguhnya orang- orang yang mendustakan
ayat-ayat kami dan
menyombongkan diri
terhadapnya, sekali-kali
tidak akan dibukakan bagi
mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka
masuk surga, hingga unta
masuk ke lubang jarum.
Demikianlah kami memberi
pembalasan kepada orang-
orang yang berbuat kejahatan.” QS Al A’raf:40 Allah SWT memerintahkan
untuk dicatat dalam
golongan ashhabul yasar
wa ahlus sijjin, golongan
kiri, golongan yang
menempati tempat paling hina. Nyawanya kemudian
dikembalikan ke jasadnya
saat dalam kuburan. Ketika
itu ditayakan kepadanya :
Siapa Tuhan-mu ? Siapa
Nabimu ? Apa pedomanmu ? Dan
pertanyaan-pertanyaan
kubur lainnya. Ia hanya
bisa menjawab : hah… hah… hah… Datanglah seseorang yang
sangat jelek mukanya lagi
menakutkan. Ia bertanya,
Siapa kamu ini ? Ia
menjawab: ”Ana ’amalukas suu’, saya amal jelek kamu saat di dunia.” Wal iyadhu billah. Allah SWT berfirman:
“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di
waktu orang-orang yang
zalim berada dalam
tekanan sakratul maut,
sedang para Malaikat
memukul dengan tangannya, (sambil
berkata): “Keluarkanlah nyawamu” di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang
sangat menghinakan,
karena kamu selalu
mengatakan terhadap
Allah (perkataan) yang
tidak benar dan (karena) kamu selalu
menyombongkan diri
terhadap ayat-ayat-Nya.” QS Al An’am:93 Ayat di atas di tafsirkan
oleh Imam Ath Thobari
dengan ayat yang lain
dalam surat Muhammad :
27-28 “Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila Malaikat
mencabut nyawa mereka
seraya memukul-mukul
muka mereka dan
punggung mereka?. Yang
demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka
mengikuti apa yang
menimbulkan kemurkaan
Allah dan karena mereka
membenci keridhaan-Nya,
sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal
mereka.” (Tafsir Ath Thobari,

Jilid 11, Halaman
537)

“Apakah Engkau bisa memperlihatkan kepada
saya sosok Engkau ketika
mencabut nyawa orang
pendosa ? Ia menjawab:
“Apakah kamu kuat menahan ?

Ibrahim
menjawab: Ya. Kemudian
Malaikat berpaling dan
kembali lagi menghadap,
ketika itu sosok Malaikat
berubah menjadi laki-laki berbaju hitam, rambut yang
mengerikan, bau yang
busuk, api dan asap keluar
dari mulutnya. Seketika
Ibrahim pingsan tidak
sadarkan diri. Kemudian Malaikat kembali ke wujud
semula. Sewaktu Ibrahim
siuman ia berkata: “Wahai Malaikat maut, jika seorang
pendosa melihat wajah
Engkau saja, pasti
cukuplah itu menakutkan
baginya.”

Tahukah kamu bagaimana sakaratul maut itu?

"Demi Allah, seandainya
jenazah
yang sedang kalian tangisi
bisa
berbicara sekejab, lalu
menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada
kalian,
niscaya kalian akan
melupakan
jenazah tersebut, dan
mulai menangisi diri kalian
sendiri”. (Imam Ghozali mengutip
atsar Al-
Hasan). Dahsyatnya Rasa Sakit
Saat
Sakaratul Maut
Sabda Rasulullah SAW :
“Sakaratul maut itu sakitnya
sama dengan tusukan tiga
ratus
pedang” (HR Tirmidzi)

Betapa dasyatnya sakaratul maut itu, yang mau liat video sakaratul maut di atas download videonya

disini

Posted by : AVALO

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

9 tanggapan untuk "KETIKA SAKARATUL MAUT MENJEMPUT"

Amrie Saja pada 10:06 PM, 20-Jun-11

Mantab om.. Masuk golongan mana ane ya?? Kain kafan yg bagus atau yang buruk ya???

Edhovhie pada 10:43 PM, 20-Jun-11

smoga aja yang bagus bos, amiin..

Asep Saepudin pada 10:55 PM, 20-Jun-11

bagus tuk renungan diri...lam kenal bos

Dikakeple pada 11:21 PM, 20-Jun-11

Mengharuhkan..cry

avalo SG pada 07:28 AM, 21-Jun-11

waah edho baru aku mnta langsung dibuatin hehehe thanks yaa semoga yang membaca jd mmikrkan kehidupannya kekeke namaku disebut-sebut waww

Reng_madureh pada 07:16 PM, 22-Jun-11

Bila izroil datang memanggil
Semua tubuh kan menggigil
Dalam dunia tidak ada yang abadi,semua yang tercipta dari nur akan kembalik ke nur
Semua yg tercpta dri tanah kan membali ke tanah
Dan begitu jga yang lainnya..
Ke abadian hanya lah milik tuhan semesta alam
Ialah azza wajalla..sang penguasa alam semesta beserta isinya,
Alangkah tidak pantasnya jka se orang insan yang begitu bangga dgan drinya,krna apa yang ia cpai,sesunnguhnya tiada yang kekal di dnia,
setlah membca tulisan di atas membuat aq teringat akan kmatian,...btpa tdak ada hrgnya mnusia stlah mati,sungguh tiada kekayaan yang bisa di bwa keculi amal dan imannya...

Putra pada 01:26 PM, 15-Jul-11

absen pertama gan ..

Mamang pada 04:40 PM, 29-Jul-11

jalan2 sore.ikut nyimak ja

mari berteman pada 12:14 PM, 17-Aug-11

slm knl,d tgg knjgn blkny

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar